Beberapa menit yang lalu saya mendapat BM yang berisi kabar bahwa gempa besar akan mengguncang Jakarta, tapi ternyata kabar itu adalah bohong, berikut isi BM tersebut :
"Akan terjadi gempa besar yang akan mengguncang Jakarta diakibatkan meningkatnya status Gunung Krakatau mennadi siaga. Gempa itu akan berkekuatan 8 S.R dan bisa menyebabkan tsunami. Tsunami akan menerjang beberapa daerah yang ada disekitarnya seperti : Banten, Ujung Kulon, Merak dan Jakarta. Diharapkan bersiap siap dengan tsunami ini. Kabar ini didapat dari TV ONE jam 20.30 tadi. "
Menyikapi berita itu BMG langsung mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jakarta - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga Jakarta agar tidak mudah percaya isu mengenai gempa besar di Jakarta. BMKG sama sekali tidak pernah mengeluarkan peringatan mengenai gempa itu.
"Gempa itu tidak bisa diprediksi. Jadi pesan berantai itu tidak benar. Apalagi yang mengaku dikirimkan BMKG itu bohong," kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (5/11/2010).
Dia menjelaskan, masyarakat hendaknya tidak mudah percaya akan pesan-pesan yang bernada menakut-nakuti seperti itu, apalagi kemudian ikut menyebarkannya.
"Gempa kapanpun bisa terjadi, tidak mungkin bisa diprediksi tanggal sekian," jelasnya.
BMKG hanya mengirimkan SMS kepada pihak-pihak terkait setelah gempa terjadi, bukan sebelum gempa. "Isi SMS setelah gempa terjadi itu pun ditambahi dengan potensi tsunami atau tidak," tutupnya.
Sebelumnya pesan berantai menyebar melalui broadcast message lewat BlackBerry. Isinya pesan kalau BMKG memberi kabar akan ada gempa 9 skala richter pada 8-11 November. BMKG memastikan pesan itu adalah hoax alias bohong.
Jumat, 05 November 2010
Jumat, 08 Oktober 2010
Uruguay Bukan Lawan yang Tepat Untuk Indonesia
Sejak awal pertandingan, Uruguay tampil serius dan langsung menekan. Tapi Indonesia justru mampu mencuri gol di menit 17. Dari umpan Bambang Pamungkas, Boaz Solossa lolos dari jebakan off-side dan setelah mengecoh kiper ia menceploskan bola ke gawang kosong.
Terus memegang kendali permainan, Uruguay akhirnya membalas di menit 34. Dari umpan Jorge Fucile dari sayap kanan, bola ditanduk Edinson Cavani dan bola masuk gawang tanpa bisa dicegah. Skor pun jadi 1-1.
Suarez yang jadi andalan Uruguay yang tidak dibela Diego Forlan membalikkan skor jadi 2-1 di menit 43. Lewat kerja sama dengan Cavani, Suarez melewati penjagaan bek Indonesia dan dengan sebuah tendangan terarah merobek gawang Markus Horison.
Uruguay mengubah skor jadi 3-1 di menit 54. Memanfaatkan umpan terobosan, Suarez yang berada di dalam kotak penalti dengan tenang menceploskan bola masuk gawang Markus untuk kali ketiga.
Cuma tiga menit berselang, Uruguay mencetak gol keempat. Sebastian Eguren mengoper bola kepada Suarez, setelah menggocek bola, Suarez mengembalikannya kepada Eguren yang dengan satu sodokan akurat mengubah skor jadi 4-1.
Uruguay mendapatkan hadiah penalti di menit 69 ketika Cavani dijatuhkan kiper Markus Horison. Suarez yang bertindak sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dan mengubah skor jadi 5-1.
Gol keenam Uruguay lahir di menit 79. Dari sebuah umpan terobosan, Suarez lolos di kotak penalti Indonesia. Sempat mengitari Markus, Suarez kemudian terjatuh. Bola bebas disodok oleh Cavani dan Uruguay unggul telak 6-1.
Cavani menutup pertandingan dengan sebuah hat-trick ketika ia melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang merobek jala Markus untuk kali ketujuh. Skor 7-1 buat Uruguay.
Empat menit menjelang bubaran, Uruguay kembali menjebol gawang Indonesia lewat sodokan Sebastian Fernandez. Namun gol itu dianulir wasit karena Fernandez sudah lebih dulu off-side.
Susunan pemain
Indonesia: Markus Horison; M Ridwan, Nova Arianto, Maman Abdurachman,Tony Sucipto, M Nasuha; Firman Utina, Beny Wahyudi, Ahmad Bustomi; Boaz Solossa, Bambang Pamungkas
Uruguay: Castillo; Cavani, Fucile, Gargano, Lugano, A.Pereira, Maxi, Perez, Rodriguez, Suarez,
Terus memegang kendali permainan, Uruguay akhirnya membalas di menit 34. Dari umpan Jorge Fucile dari sayap kanan, bola ditanduk Edinson Cavani dan bola masuk gawang tanpa bisa dicegah. Skor pun jadi 1-1.
Suarez yang jadi andalan Uruguay yang tidak dibela Diego Forlan membalikkan skor jadi 2-1 di menit 43. Lewat kerja sama dengan Cavani, Suarez melewati penjagaan bek Indonesia dan dengan sebuah tendangan terarah merobek gawang Markus Horison.
Uruguay mengubah skor jadi 3-1 di menit 54. Memanfaatkan umpan terobosan, Suarez yang berada di dalam kotak penalti dengan tenang menceploskan bola masuk gawang Markus untuk kali ketiga.
Cuma tiga menit berselang, Uruguay mencetak gol keempat. Sebastian Eguren mengoper bola kepada Suarez, setelah menggocek bola, Suarez mengembalikannya kepada Eguren yang dengan satu sodokan akurat mengubah skor jadi 4-1.
Uruguay mendapatkan hadiah penalti di menit 69 ketika Cavani dijatuhkan kiper Markus Horison. Suarez yang bertindak sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dan mengubah skor jadi 5-1.
Gol keenam Uruguay lahir di menit 79. Dari sebuah umpan terobosan, Suarez lolos di kotak penalti Indonesia. Sempat mengitari Markus, Suarez kemudian terjatuh. Bola bebas disodok oleh Cavani dan Uruguay unggul telak 6-1.
Cavani menutup pertandingan dengan sebuah hat-trick ketika ia melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang merobek jala Markus untuk kali ketujuh. Skor 7-1 buat Uruguay.
Empat menit menjelang bubaran, Uruguay kembali menjebol gawang Indonesia lewat sodokan Sebastian Fernandez. Namun gol itu dianulir wasit karena Fernandez sudah lebih dulu off-side.
Susunan pemain
Indonesia: Markus Horison; M Ridwan, Nova Arianto, Maman Abdurachman,Tony Sucipto, M Nasuha; Firman Utina, Beny Wahyudi, Ahmad Bustomi; Boaz Solossa, Bambang Pamungkas
Uruguay: Castillo; Cavani, Fucile, Gargano, Lugano, A.Pereira, Maxi, Perez, Rodriguez, Suarez,
Victorino
Daftar pencetak goal
18' [1 - 0] Salossa
35' [1 - 1] E. Cavani
43' [1 - 2] L. Suarez
55' [1 - 3] L. Suarez
59' [1 - 4] S. Eguren
70' [1 - 5] L. Suarez (pen.)
80' [1 - 6] E. Cavani
84' [1 - 7] E. Cavani
35' [1 - 1] E. Cavani
43' [1 - 2] L. Suarez
55' [1 - 3] L. Suarez
59' [1 - 4] S. Eguren
70' [1 - 5] L. Suarez (pen.)
80' [1 - 6] E. Cavani
84' [1 - 7] E. Cavani
Jumat, 01 Oktober 2010
Pidato Soekarno mengenai Malaysia
Semua pada tahu kan siapa orang ini ?
Ya, ini adalah potret muka dari presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno.
Tapi sekarang kita tidak membicarakan tentang kehi dupanSoekarno, tetapi kita akan membicarkan tentang pidato - pidatonya yang sangat menggugah semangat akan penting nya persatuan NKRI, sekalipun dia pencopet, maling, atau bahkan seorang napi pun akan bergetar hati nya ketika mendengar pidato dari Soekarno.
Kita tahu semua perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia. Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negeri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia.
Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan ”Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut;
Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo... ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia...
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!
Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.
Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus.
Ya, ini adalah potret muka dari presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno.
Tapi sekarang kita tidak membicarakan tentang kehi dupanSoekarno, tetapi kita akan membicarkan tentang pidato - pidatonya yang sangat menggugah semangat akan penting nya persatuan NKRI, sekalipun dia pencopet, maling, atau bahkan seorang napi pun akan bergetar hati nya ketika mendengar pidato dari Soekarno.
Kita tahu semua perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia. Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negeri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia.
Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan ”Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut;
Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo... ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia...
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!
Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.
Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus.
Minggu, 05 September 2010
Kandovan, Satu - Satunya Desa Batu di Dunia
Kandovan adalah satu-satunya desa yang dibuangun sepenuhnya dari batu, semua rumah yang ada di desa tersebut dibangun dari batu yang terkadang sudah ada yang berumur 7 abad lamanya! Kota unik dari batu ini terletak di antara kota Osku dan Tabriz. Satu-satunya Hotel yang berada di tempat ini adalah The Kandovan Tourism Cliff Hotel adalah hotel terunik kedua di dunia dibawah satu2nya Hotel dari Gua dari Turki.
Menurut legenda, penduduk kota ini pertama kali datang untuk menghindari kejaran pasukan Mongol. Mereka lari dan menggali persembunyian di tebing batu vulkanis dan tinggal di sana, sampai bahkan bahaya sudah lewat. Tempat yang awalnya sebagai tempat bersembunyi berkembang menjadi rumah-rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi, bahkan tempat berkumpul keluarga. Rumah-rumah di desa ini menggunakan kaca dengan warna indah untuk jendela rumah mereka. Begitu Anda mendekati Kandovan dari kota Osku ataupun Tabriz, Anda akan disapa dengan pemandangan indah berupa hijaunya dedaunan pepohonan, sehingga Anda akan lupa bahwa Anda berada di Iran yang tandus dan kering. Semakin mendekat, Anda akan dibuat terpesona dengan bentuk rumah unik yang luar biasa indah. Di setiap bagian di kota ini terdapat berbagai tanda yang menawarkan kunjungan kepada salah satu rumah dengan sejumlah biaya tertentu. Beberapa rumah yang ada sudah diubah menjadi kAndang kuda ataupun kAndang burung. Tapi banyak sekali rumah yang sama sekali tidak tersentuh modernisasi, membuat Anda akan terbawa nostalgia suasana kehidupan 7 abad lalu.
Penduduk Kandovan kebanyakan berprofesi petani atau penggembala Domba, tapi sumber pendapatan mereka datang dari turisme. Mereka menyadari potensi besar rumah kuno mereka dan mulai belajar hidup bersama dengan para pengelana dari seluruh dunia. Pengunjung dapat memilih untuk tidur di Hotel Kandovan Tourism Cliff yang berbintang 5, dan terletak di jantung desa, atau di salah satu rumah pengunjung, asal Anda dapat berbahasa Farsi. Di sepanjang sungai yang membelah desa dari batu ini, terdapat banyak sekali cafe, di mana Anda bisa duduk menikmati secangkir Kopi atau segelas jus Zam-zam dingin, dengan angin lembut yang dipenuhi wanginya aroma bunga mawar.
Menurut legenda, penduduk kota ini pertama kali datang untuk menghindari kejaran pasukan Mongol. Mereka lari dan menggali persembunyian di tebing batu vulkanis dan tinggal di sana, sampai bahkan bahaya sudah lewat. Tempat yang awalnya sebagai tempat bersembunyi berkembang menjadi rumah-rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi, bahkan tempat berkumpul keluarga. Rumah-rumah di desa ini menggunakan kaca dengan warna indah untuk jendela rumah mereka. Begitu Anda mendekati Kandovan dari kota Osku ataupun Tabriz, Anda akan disapa dengan pemandangan indah berupa hijaunya dedaunan pepohonan, sehingga Anda akan lupa bahwa Anda berada di Iran yang tandus dan kering. Semakin mendekat, Anda akan dibuat terpesona dengan bentuk rumah unik yang luar biasa indah. Di setiap bagian di kota ini terdapat berbagai tanda yang menawarkan kunjungan kepada salah satu rumah dengan sejumlah biaya tertentu. Beberapa rumah yang ada sudah diubah menjadi kAndang kuda ataupun kAndang burung. Tapi banyak sekali rumah yang sama sekali tidak tersentuh modernisasi, membuat Anda akan terbawa nostalgia suasana kehidupan 7 abad lalu.
Penduduk Kandovan kebanyakan berprofesi petani atau penggembala Domba, tapi sumber pendapatan mereka datang dari turisme. Mereka menyadari potensi besar rumah kuno mereka dan mulai belajar hidup bersama dengan para pengelana dari seluruh dunia. Pengunjung dapat memilih untuk tidur di Hotel Kandovan Tourism Cliff yang berbintang 5, dan terletak di jantung desa, atau di salah satu rumah pengunjung, asal Anda dapat berbahasa Farsi. Di sepanjang sungai yang membelah desa dari batu ini, terdapat banyak sekali cafe, di mana Anda bisa duduk menikmati secangkir Kopi atau segelas jus Zam-zam dingin, dengan angin lembut yang dipenuhi wanginya aroma bunga mawar.
Kamis, 02 September 2010
Indonesia Raya FULL VERSION
LIRIK NYA:
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri ‘njaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi
Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya
Jumat, 27 Agustus 2010
5 Pemimpin Dunia Paling Sadis
Menjadi pembunuh bukan berarti dilakukan melalu tangannya sendiri, garis politik yang ditempuh oleh seorang kepala negara dalam banyak kasus telah menimbulkan banyak kematian rakyatnya sendiri. Aksi penentangan sering diakhiri dengan pembunuhan. Berapa jumlah korban pembunuhan akibat pertikaian politik maupun oleh karena penentangan, jika ditotal jumlah yang tewas baik dipihak penguasa maupun penentang dan korban tidak berdosa ternyata Suharto termasuk dalam rangking dunia jumlah kematian rakyatnya selama masa kekuasaannya.
Sebagai bangsa timur, tidak etis kalau disebut pemimpin kita adalah pembunuh, mungkin lebih tepat disebut ‘maut” yang lebih mendekati kebenaran karena maut adalah selesainya ajal manusia. Keselamatan bangsa adalah menjadi tanggung jawab pimpinanya, jumlah kematian akibat pertikaian politik maupun perlawanan akan selalu membawa predikat pada pemimpin negara. Lembaga hak asasi manusia baik itu yang didirikan oleh negara maupun lembaga dunia selalu mempublikasikan data korban dalam rentang pemerintahan seorang kepala negara dan hal ini dijadikan masukan bagi negara2 untuk mengambil langkah hubungan diplomasinya.
Urutan pertama pemimpin yang membawa pling banyak korban rakyatnya adalah pemimpin China Komunis Mao Zedong dengan jumlah korban sebanyak 35 juta jiwa selama masa kepemimpinannya antara tahun 1949 sampai dengan tahun 1976.
Mao Zedong dilahirkan tahun 1893 di desa Shao-shan di propinsi Hunan, Cina daratan. Ayahnya adalah seorang petani yang cukup berada. Di tahun 1911, tatkala Mao masih mahasiswa usia sembilan belas tahun, revolusi pecah memporakporandakan dinasti Ch’ing yang memang sudah melapuk dan brengsek, padahal dinasti ini telah memerintah Cina sejak abad ke-17. Hanya dalam tempo beberapa bulan saja pemerintahan kaisar sudah terhalau dan terjungkir, dan Cina diproklamirkan sebagai sebuah republik.
Sayangnya, pemimpin-pemimpin revolusi tidak mampu mendirikan suatu pemerintahan yang kompak dan stabil dan revolusi ditandai oleh keresahan dan perang saudara dalam jangka waktu lama, boleh dibilang berlangsung hingga tahun 1949. Mao berhasil mengambil alih kekuasaian dari partai nasionalis kuomintang yang telah terdesak ke Pulau Formosa. Mao bersama istrinya Jiang Qing secara bersama memimpin negeri china dengan tangan besi, melalui revolusi kebudayaan yang terkenal itu, pemerintahan dijalankan secara represive.
Pemegang rekor kedua adalah Josep Stalin. Dia meimimpin uni soviet dari tahun 1929 sampai tahun 1953. Lahir 18 Desember 1878 – meninggal 5 Maret 1953 pada umur 74 tahun adalah pemimpin Uni Soviet dan seorang diktator yang sangat kejam, dikenal juga dengan sebutan “Manusia Baja”. Ia diperkirakan telah memerintahkan pembunuhan sekitar 30 juta jiwa penduduk Rusia dan negara-negara sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama. Tadinya ia masuk seminari di Tbilisi, namun ia kemudian menjadi tak percaya lagi pada Tuhan setelah membaca buku Asal-usul Spesies karya Charles Darwin.
Kini Uni Soviet telah bubar sejalan dengan gerakan perestroika yang dicanangkan oleh Mikail Gorbachev pemimpin Uni Soviet yang terakhir.
Uni Soviet telah menjelma menjadi 13 negara yang berdaulat dimana Russia menjadi salah satu negeri yang manis dewasa ini.
Pemegang rekor ketiga adalah Adolf Hitler (lahir 20 April 1889 – meninggal 30 April 1945 pada umur 56 tahun) adalah Kanselir Jerman dari tahun 1933 dan Führer (Pemimpin) (Reich ketiga) Jerman sejak 1934 hingga ia meninggal pada tahun 1945. Pada 2 Agustus 1934, ia menjadi diktator Jerman setelah Presiden Von Hindenburg meninggal. Ia menyatukan jabatan kanselir dan presiden menjadi Führer sekaligus menjadikan Nazi sebagai partai tunggal di Jerman. Ia juga seorang Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal dengan Nazi. Nazi secara resmi dibubarkan setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II yang besar karena sistem kediktatoran Hitler. Hitler seorang orator yang berkharisma, Hitler merupakan salah satu pemimpin yang paling berpengaruh di dunia.
Ketika Perang Dunia II akan berakhir, Hitler bunuh diri di bunker bawah tanah-nya di Berlin bersama istrinya yang dinikahinya belum lama di dalam bunker, Eva Braun. Selama masa pemerintahannya, korban akibat obsesi teori evolusi Darwin, 11 juta nyawa melayang oleh kekejamannya.
Kim Il-sung (15 April 1912–8 Juli 1994) adalah seorang politikus komunis dari Korea yang merupakan pemimpin Korea Utara (Korut) dari 1948 hingga hari kematiannya. Ia memegang posisi Perdana Menteri dari 1948 hingga 1972 dan Presiden sejak 1972, tetapi posisinya yang paling berpengaruh adalah sebagai Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea. Dalam konteks pemujaan kepribadian (personality cult), Kim secara resmi disebut Great Leader dan menurut konstitusi Korut, beliau adalah “Presiden abadi” negara tersebut. Hari ulang tahunnya merupakan salah satu hari libur di Korut.
Korut dibawah Kim Jong Il saat ini sering mendapat tekanan dunia internasional akibat proyek nuklirnya. Negara yang terpecah akibat perang saudara ini menginduk kepada China yang sosialis sedangkan saudaranya Korsel menginduk Amerika Serikat yang memiliki pangkalan militer dinegeri ini. Secara ekonomi Korsel lebih maju ekonominya dibandingkan Korut, Indonesia termasuk negara yang yang mengirim TKI untuk mengisi peluang di Korsel.
Diurutan kelima ada dua nama pemegang rekor yaitu Saddam Hussein dan Suharto dengan jumlah korban jiwa sebanyak 2 juta jiwa. Tetapi berhubung masa pemerintahan Suharto lebih panjang dibandingkan dengan saddam Hussein maka urutan kelima lebih tepat untuk Saddam Husien.
Bagaimana sepak terjang Suharto selama pemerintahannya, tentu banyak bangsa ini yang pernah merasakannya.
Kita sebagai bangsa Indonesia berharap bahwa jumlah 2 juta jiwa yang dilansir oleh lebaga HAM tersebut salah, mungkin hanya 200 ribu saja, mungkin hanya 2000 orang saja yang menjadi korban akibat pertikaian politik mulai dari pemebrantasan PKI, Timor Timur, Tanjung Priok, Talangsari, Trisakti sampai kerusuhan menjelang lengsernya suharto pada tahun 1998. Dua juta jiwa itu setara dengan jumlah penduduk kota bandung.
Langganan:
Postingan (Atom)



